Makanan dan Minuman Ini Ternyata Pemicu Alergi Pada Bayi

Meski, sudah memberikan berbagai jenis suplemen untuk kesehatan tubuh sang bayi, namun bukan berarti bayi pun bisa bebas terserang alergi yang biasanya didapatkan dari lingkungan maupun bahan olahan makanan yang dikonsumsi. Memang, seperti yang sudah sangat jelas kita ketahui, jika bayi yang masih di bawah umur sangatlah rentan dengan sejumlah alergi yang bisa kapan saja dapat menyerang tubuh si bayi. Kenapa? Yap, ini karena antibodi tubuh si bayi masih belum mampu mencegah segala macam alergi yang masuk ke tubuh mereka layaknya orang dewasa. 

Maka dari itu, supaya bayi tidak terserang alergi, sebaiknya jangan memberi makanan yang bisa memicu munculnya alergi pada bayi seperti yang tertulis di bawah ini, yakni diantaranya;

  • Susu
Alergi pada Bayi
Photo : perawatanbayi[dot]com
Meskipun susu sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh bayi, karena pemberi nutrisi yang cukup untuk bayi. Namun, ternyata untuk bayi yang memiliki alergi pada susu kambing maupun sapi bisa menjadi masalah yang serius. Karena jika bayi tetap mengonsumsi kedua jenis susu ini, bisa mengakibatkan muntah dan diare yang berkepanjangan pada bayi. 

Dan biasanya apabila bayi sudah terserang alergi susu ini, Dokter pun menyarankan supaya bayi mengonsumsi susu yang mengandung terhidrosida, yang mana kandungan ini tidak akan menyebabkan munculnya alergi pada tubuh bayi.

  • Ikan
Walaupun bayi disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis ikan berupa salmon, tuna, dan lainnya, tetapi untuk bayi yang mempunyai alergi pada ikan tentu mereka tidak diperbolehkan memakan ikan. Untuk itu, supaya nantinya tidak menyebabkan alergi, sebaiknya jangan memberi bahan olahan ikan ini kepada bayi yang belum memasuki umur enam bulan. Namun, setelah delapan ataupun 12 bulan sangat dianjurkan untuk memasukkan ikan ini untuk menu sehat bayi.

  • Gandum
Gandum memang baik bila dikonsumsi oleh bayi, tapi tidak semua bayi bisa mengonsumsi gandum ini. Sebab, ketika bayi yang memiliki alergi terhadap gandum yang dibuat dalam bentuk sereal maupun roti, bisa mengakibatkan sesak panas, mual, dan gatal-gatal yang cukup parah pada bayi. Oleh sebab itu, sangat tidak disarankan dikonsumsi oleh bayi. 

Supaya alergi yang menyerang bayi tidak kian parah, sebaiknya jangan konsumsi beberapa makanan di atas untuk bayi. Semoga bermanfaat! –SH–

» Read More...

Mengajak Bayi Wisata ke Luar Negeri

Meskipun masih belum mengetahui apa-apa, namun kenyataannya banyak orangtua yang senang mengajak anaknya yang masih bayi berwisata. Tidak hanya wisata domestik saja, tetapi juga wisata ke luar negeri. Mungkin sebagian orang akan merasa sayang. Toh, sang anak belum mengerti apa-apa.alagi, wisata ke negara yang tidak hanya mewajibkan wisatawan yang datang untuk memiliki paspor dan visa saja, tetapi juga asuransi perjalanan ke luar negeri. Tentu akan merepotkan, bukan?

Mengajak Bayi Wisata ke Luar Negeri
Photo: Kompasiana

Yah, memang sih jika dilihat sepintas akan terasa sayang. Sudah ribet mengurus dokumen, biayanya mahal, tapi anak belum bisa menikmati karena belum mengerti apa-apa. Akan tetapi, tentunya setiap orang memiliki pemikirannya masing-masing. Jadi, Anda tidak bisa memaksakan pendapat Anda pada orang lain. Atau, jika Anda juga penasaran, mungkin Anda bisa mencoba untuk mengajak anak Anda yang masih bayi untuk wisata ke luar negeri?

Nah, jika Anda tertarik dan ingin mencobanya, jangan lupa untuk mempersiapkan beberapa hal berikut ini ya:
  • Passport


Dulu, bayi belum memiliki passport sendiri dan menumpang pada orangtua. Namun sekarang, bayi berusia berapapun wajib untuk memiliki passport sendiri jika ingin pergi ke luar negeri. Proses pembuatannya sebenarnya sama saja seperti Anda, kecuali untuk dokumen yang perlu dipersiapkan. Sebab bayi belum memiliki KTP. 
  • Visa


Selain passport, bayi juga wajib untuk memiliki visa sendiri jika ingin pergi ke negara yang tidak membebaskan visa untuk WNI (Warga Negara Indonesia). Jadi, jangan pernah mengabaikan hal ini ya sebelum pergi ke luar negeri.
  • Informasi cuaca


Cuaca di setiap negara akan berbeda. Jadi, pastikan untuk mencari informasi mengenai kondisi cuaca di negara yang akan Anda kunjungi, saat tanggal Anda berwisata. Pakailah pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca. Dengan mencari informasi mengenai cuaca sebelum berangkat, Anda akan terhindar dari kemungkinan membawa pakaian atau barang yang tidak dibutuhkan.
  • Perlengkapan dan peralatan bayi


Pastikan untuk membawa perlengkapan dan peralatan bayi yang kira-kira akan dibutuhkan. Terutama perlengkapan mandi bayi, karena kulit bayi masih sensitif sehingga akan berisiko jika Anda memandikan bayi dengan sabun hotel.

Memang membawa bayi ke luar negeri pada awalnya akan terasa merepotkan. Namun setelah dijalani, pasti rasanya akan sangat menyenangkan. (Vita)

» Read More...

Trik Mudah Bersihkan Rumah di Akhir Pekan

Sebagai pekerja ibukota yang tinggal di hunian alam sutera, pergi di pagi hari dan pulang saat malam sudah larut merupakan suatu kebiasaan yang harus dijalani setiap harinya. Kesibukan ini pula yang membuat kita sibuk sehingga tak sempat menyentuh pekerjaan rumah tangga. Jangankan membereskan rumah, untuk merawat diri saja rasanya sudah lelah!

Tips Bersihkan Rumah di Akhir Pekan
Sumber:www.rumahhokie.com

Eits, tapi jangan jadikan ini sebagai kebiasaan. Meski kita tak punya waktu di hari kerja, kita masih punya waktu luang di akhir pekan. Yuk, manfaatkan untuk membersihkan rumah dan merawat diri. Ini cara mudah untuk membersihkan rumah yang bisa ditiru:
  1. Mulai dengan mengelap debu di seluruh permukaan furnitur. Meja, bufet, rak, semua furnitur-furnitur ini pastinya sudah ditutupi debu karena tak dibersihkan selama seminggu. Segeralah ambil kemoceng dan bersihkan permukaannya hingga bersih.
  2. Sedot debu dengan vacuum cleaner. Sudah membersihkan permukaan furnitur, pastinya debu yang tadinya menempel kini sudah menempel di karpet dan lantai. Bersihkan dengan vacuum cleaner untuk menghemat waktu. Kalau tidak punya vacuum cleaner di rumah, membersihkan dengan menggunakan sapu juga boleh, kok.
  3. Pel lantai. Tuangkan wipol atau cairan pembersih lantai lainnya untuk membuat ruangan terasa lebih wangi. Pel seluruh ruangan tanpa terkecuali hingga bersih.
  4. Ganti seprai di kamar tidur. Lepaskan seprai dari ranjang untuk dicuci. Lipat selimut dan rapikan kamar tidur hingga tak berantakan lagi.
  5. Ruangan kamar tidur sudah bersih, kini saatnya menggarap cucian piring atau tumpukan baju yang belum dicuci. Inilah pekerjaan yang memakan waktu lama karena mencuci piring dan mencuci baju membutuhkan cukup banyak waktu sehingga sebagian besar dari kita sering menghindarinya.
  6. Jika semua hal di atas sudah selesai, kalian bisa menikmati akhir pekan dengan nyaman deh. Rumah sudah rapi, pekerjaan rumah sudah selesai, dan kita bisa menikmati quality time tanpa harus terganggu.

Bagaimana, mudah kan? Membereskan rumah sebetulnya tidak sulit. Hanya saja rasa malaslah yang menahan kita untuk mengerjakan semuanya. Selamat mencoba!

» Read More...

Jenis Pemeriksaan yang Dilakukan Saat Medical Check Up

Medical check up merupakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh yang sebaiknya dilakukan oleh setiap orang untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara mendetail. Saat melakukan pemeriksaan, dokter akan melakukan beberapa pengecekan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan saat medical check up di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan umum

Medical Check Up
Photo: Hello Sehat
Pemeriksaan umum merupakan pemeriksaan standar yang biasanya meliputi pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, detak jantung, tingkat pernapasan, kadar kolesterol, asam urat, dan lain sebagainya. Biasanya, dokter akan mengecek apakah kita memiliki tekanan darah yang normal atau tidak. 

Tekanan darah yang normal sendiri berkisar antara 120/80. Nantinya melalui pemeriksaan ini, kita bisa tahu apakah kita memiliki tekanan darah normal, tekanan darah tinggi (hipertensi), atau tekanan darah rendah (hipotensi). Pemeriksaan lain seperti penglihatan, pendengaran, pencernaan, saraf, dan anggota gerak lainnya juga dilakukan untuk mendapatkan hasil secara menyeluruh.


  • Pemeriksaan tambahan untuk wanita

Dalam medical check up biasanya pasien wanita akan menjalani pemeriksaan tambahan khusus seperti pap smear dan mammogram. Pemeriksaan pap smear akan meliputi pemeriksaan panggul, pemeriksaan vulva, vagina, dan leher rahim. Hasil pemeriksaan in adalah mengetahui apakah pasien menderita human papillomavirus (HPV), virus yang menyebabkan kanker leher rahim. 

Sementara itu, mammogram merupakan pemeriksaan payudara untuk melihat apakah pasien menderita kanker payudara atau tidak. Jika ditemui benjolan di area payudara, maka akan diambil tindakan lebih lanjut. Pemeriksaan ini juga bisa mengecek kondisi kelenjar getah bening pada ketiak.


  • Pemeriksaan tambahan untuk pria


Jika pada wanita ada pemeriksaan tambahan, pada pria pun demikian. Hanya saja, pemeriksaan tambahan pada pria akan meliputi area organ kelamin seperti testis, penis, dan prostat. Pemeriksaan penis dilakukan untuk melihat apakah pasien memiliki risiko penyakit menular seksual, pemeriksaan testis dilakukan untuk melihat kemungkinan kanker testis secara dini, sementara itu pemeriksaan prostat dilakukan untuk memeriksa adanya kelainan atau tidak. Tidak hanya itu, pemeriksaan juga dilakukan dengan mengecek kondisi varikokel dan hernia

Pemeriksaan di atas merupakan jenis pemeriksaan yang biasa diterapkan ketika kalian melakukan medical check up. Yuk, segera jadwalkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh jika kalian belum pernah melakukannya!

» Read More...

Fakta Mengenai Karyawan “Kutu Loncat”

pekerja
image source: KlikSDM
Bagi kalian petinggi perusahaan yang sedang bekerja di office tower mega kuningan maupun perusahaan lainnya, pasti pernah mendapatkan karyawan yang memiliki sifat kutu loncat atau job hopping. Karyawan kutu loncat atau job hopping sendiri merupakan karyawan yang sering berpindah-pindah tempat kerja, yang bekerja di salah satu perusahaan kurang dari dua tahun saja. Adanya karyawan yang sering berpindah tempat pekerjaan ini, mungkin disebabkan oleh dirinya sudah tidak betah lagi dengan perusahaan lamanya, dan bahkan terkadang si karyawan menginginkan sesuatu yang baru.

Namun, ketika berpindah ke tempat yang baru, apakah si karyawan yang suka berpindah ini sudah memiliki pengalaman yang mumpuni, dan mampu bekerja dengan baik di perusahaan yang baru? Berikut, beberapa fakta yang akan menjawabnya:
  1. Hanya mampu bertahan dua tahun saja. Karyawan yang memiliki sifat kutu loncat ini, biasanya bekerja di salah satu perusahaan hanya sekitar dua tahun saja. Alasan meloncatnya si karyawan ke perusahaan lain, tak lain tak bukan hanya mencari pengalaman yang berbeda dari yang sudah pernah ditekuni, dan tentunya mau mendapatkan gaji yang cukup untuk dirinya. 
  2. Biasanya yang sering berpindah kerja adalah generai millenial. Kebanyakan karyawan yang sering berpindah pekerjaan adalah generasi millennial atau kawulah muda yang sudah bosan dengan pekerjaan lamanya. Hal ini pun juga dibenarkan oleh Experience.com, dimana generasi millennial lebih mendominasi adanya karyawan yang kutu loncat ini. Bahkan, generasi millennial ini bisa berganti pekerjaan hingga delapan kali. 
  3. Menginginkan pekerjaan yang lebih bagus lagi. Biasanya, adanya karyawan yang memiliki sifat kutu loncat ini, hanya menginginkan pekerjaan yang lebih bagus lagi dari pekerjaan lamanya. Alasan adanya keinginan ini pun; untuk mencari tunjangan yang lebih lagi, mencari pekerjaan yang lebih menantang untuk dirinya, dan disebabkan oleh penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada dirinya. 
  4. Memiliki pengalaman yang mumpuni, tapi? Sebenarnya, karyawan yang sering berpindah pekerjaan ini memiliki pengalaman yang sangat mumpuni di bidangnya. Tapi, tidak sedikit juga karyawan yang memiliki kurang dari semestinya. Terkadang, karyawan yang melakukan perpindahan ini, juga disebabkan oleh dirinya tidak betah dan mengerti akan pekerjaan yang sudah ditekuninya.
  5. Banyak perusahaan yang cendrung berhati-hati saat menerima si karyawan kutu loncat. Ketika menjadi karyawan kutu loncat, jangan senang dulu. Kenapa? Ya, saat menjadi karyawan kutu loncat, tentu saja perusahaan penerima akan cenderung lebih berhati-hati dengan si karyawan. Perusahaan tersebut takut apabila nantinya si karyawan kutu loncat akan berpindah lagi ke perusahaan lain. 


Bagaimana nih guys? Apakah kalian pernah berpindah pekerjaan yang kurang dari dua tahun saja? –SH–

» Read More...

Followers