ANDA memiliki pekarangan rumah yang luas? Kalau iya, tidak ada salahnya coba tempatkan Furniture di area luar rumah Anda. Maka, suasana kekeluargaan dan bersahabat begitu terasa bagi tamu Anda yang datang.
Pada taman belakang rumah, Anda bisa menempatkan satu set Furniture lengkap seperti kursi, sofa dan meja. Furnitur ini berfungsi jika Anda mengadakan acara minum teh bersama keluarga, atau menyambut teman lama yang datang berkunjung.
Pilih jenis Furniture Jati yang terbuat dari kayu atau rotan karena lebih tahan terhadap cuaca panas maupun dingin. Tapi, tak menutup kemungkinan jika anda ingin menghadirkan sofa yang empuk dan nyaman ke halaman rumah Anda (Furniture Murah).
Jangan lupa cek kondisi furnitur minimal sebulan sekali untuk melihat apakah ada kerusakan atau lecet. Pabila perlu anda bias ke Toko Furniture untuk membeli dan memperbaiki furniture runah anda.
Samakan juga perawatan Furniture Jati luar dengan furnitur dalam, seperti membersihkan debu dan kotoran dengan lap dan cairan khusus furnitur.
Outdoor Furniture
Outdoor Furniture
Beberapa pilihan model furnitur juga bisa anda sesuaikan dengan penataan taman. Contohnya, pilih furnitur bergaya antik (Victorian Style) dengan ukiran atau pahatan pada kaki meja/kursi jika taman anda lebh banyak bernuansa bebungaan, atau bila konsep awal rumah memang bergaya klasik.
Furnitur kayu dan Furniture Murah sangat cocok untuk Anda yang suka menyatu dengan alam. Pilih yang berdesain simpel dengan motif sulur kayu untuk kesan lebih natural dan membumi (Toko Furniture). Gaya modern minimalis juga bisa diterapkan untuk taman yang lebih banyak ditumbuhi rumput dengan sedikit pohon dan tanaman.
wahanaindonesia.com
Temukan informasi lainnya hanya di Toko Furniture | Furniture Murah | Toko Furniture Murah | Furniture Jati | Furniture hanya di 88db.com
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action dan Terapkan Stop Dreaming Start Action Sekarang
» Read More...
Furniture merupakan salah satu kelengkapan penting suatu bangunan. Desain interior yang baik, termasuk di dalamnya pemilihan furniture akan memberikan nilai tambah bagi sebuah karya arsitektur.
Berikut ini beberapa tips dalam memilih furniture.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan survey kecil-kecilan pada ruang dalam rumah yang akan diisi dengan furniture. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya warna dinding, luas ruang, tinggi plafon, aksesoris ruang serta hal-hal lainnya yang menyangkut tema yang dipilih, misalnya tema klasik, mediterania, minimalis atau tradisional dan sebagainya. Hal ini untuk menciptakan keselarasan (harmonisasi).
Langkah kedua adalah menyesuaikan furniture dengan kebutuhan, fungsi dan luasan ruangnya. Untuk ruangan yang memiliki luasan cukup besar bisa lebih enak dalam memilih furniture design. Tapi perlu diingat bahwa ruangan besar tidak berarti bisa seenaknya meletakkan dan memilih furniture. Perlu konsisten terhadap tema yang dipilih sejak awal. Misalnya bisa menggunakan jasa architect furniture yang tepat untuk ruangan Anda.
Untuk ruang yang sempit (misal 3 m x 3 m ) bisa mempergunakan furniture yang terkesan ringan dan kecil. Furniture kecil bisa memberikan efek kelegaan pada ruangan tersebut. Sedangkan furniture design yang berkesan ringan memiliki arti bahwa furniture tersebut memiliki bentuk yang sederhana, tidak terlalu banyak bentuk-bentuk ukiran dan pernak pernik lain. Ruang kecil juga dapat terkesan besar bila jumlah furniture sedikit dan terdapat obyek dinding yang cukup besar (disini maksud saya bisa merupakan lukisan atau foto yang memenuhi salah satu dinding).
Langkah ketiga adalah menentukan warna home furniture. Furniture bisa dipadu-padankan dengan warna dinding. Dalam memilih warna perabot adalah dapat menggunakan dua cara, yaitu memilih warna yang senada dengan dinding (laras) atau berlawanan dengan warna dinding (kontras). Berikut ini dua contoh penyelesaian interior dengan mempergunakan 2 home furniture dengan warna selaras dan kontras.
Untuk pemilihan tema dapat disesuaikan dengan karakter diri dan keluarga Anda. Sebuah tema mencerminkan kepribadian pemiliknya dan penataannya pun haruslah konsisten.
http://19desain.multiply.com
Temukan informasi lainnya mengenai Architect Furniture - Home Furniture - Home Architect Furniture - Furniture Design - Architect Furniture Design - Furniture hanya di 88db.com
» Read More...
Berbagai isu tentang global warming saat ini sudah menjadi perhatian banyak pihak dan dari seluruh aspek kehidupan. Bagi kita yang berkecimpung di dalam dunia modern furniture atau antique furniture baik itu kayu, besi, rotan atau material lain ternyata cukup banyak yang bisa dilakukan untuk mendukung kampanye tersebut.
Mungkin bagi anda yang memiliki pertimbangan bisnis jual furniture, hal-hal yang akan terungkap di bawah ini tidak sesuai bahkan bertentangan. Namun, akan selalu ada cara yang hemat untuk menjadi lebih 'hijau' di sekitar anda. Sekecil apapun yang kita lakukan bisa membuat perubahan dan dampak yang besar bagi kesehatan dan tentunya global warming.
Dalam lingkup modern design dan interior minimalis furniture, apa saja yang bisa dilakukan untuk membuat furniture menjadi lebih 'hijau'?
Berikut ini tips dari tentang KAYU.
1. Kayu dari hutan/kebun yang dikontrol kelangsungannya.
Sebagai bahan baku utama pembuatan furniture, kayu yang berasal dari pohon di hutan memiliki andil yang besar untuk mengurangi panas bumi karena gas CO2. Oleh karena itu sebaiknya membeli furniture/kayu atau rattan furniture yang berasal dari hutan yang dikelola dengan baik seperti furniture jati atau teak furniture. Artinya terlihat adanya penanaman kembali (reboisasi) hutan yang telah ditebang. Tentu saja kita sangat jauh untuk mencapai kontrol tersebut.
Terdapat beberapa instansi dan/atau organisasi yang bekerja untuk membuat sistem kontrol tersebut, misalnya Forest Stewardship Control (FSC), Rainforest Alliance, TFT dan lainnya.
2. Furniture dari kayu 'bekas'
Saat ini banyak sekali orang mencari bangunan tua yang terbuat dari kayu jati untuk diolah kembali menjadi furniture minimalis. Ada beberapa alasan ekonomis yang mengikuti langkah tersebut, namun demikian ada juga manfaatnya bahwa berarti mereka membantu mengurangi volume pemotongan pohon jati. Langkah ini bisa juga dilakukan untuk kayu jenis lain. Pada dasarnya, jika terdapat kayu di luar sana yang tergeletak tidak terpakai, mengapa kita harus menebang lagi untuk dibuat furniture modern?
3. Natural Fiber
Bambu tidak masuk kategori pohon, tetapi 'rumput'. Secara kekuatan pada konstruksi tertentu bambu memang tidak bisa dibandingkan langsung dengan kayu, namun dari segi estetika furniture bambu merupakan produk yang eksotis dan menarik dan termasuk furniture antik.
Atau bahan lain seperti rotan, eceng gondok dan kulit pisang.
4. Awet dan mudah diperbaiki
Cari atau buatlah furniture yang kuat sehingga awet dan mudah diperbaiki ketika ada kerusakan. Lebih awet furniture yang anda miliki dan anda produksi membantu mengurangi konsumsi kayu. Dan produk yang kuat juga bisa diwariskan kepada kerabat atau rekan yang lain tanpa harus membeli yang baru.
5. Rendah Bahan Beracun
Dalam industri furniture dikenal beberapa bahan beracun yang digunakan pada setiap prosesnya. Bagian paling besar adalah bahan finishing. Terdapat satu bahan kimia yang bernama Formalin (Formaldehyde) pada bahan finishing dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama anak-anak karena bisa menimbulkan kanker dan gangguan pernafasan. Jenis bahan finishing yang termasuk 'lebih aman' adalah Politur, NC, Waterbased lacquer dan natural oil. Yang termasuk berbahaya dan mengandung lebih banyak Formalin misalnya: Melamine, PU (PolyUrethane), UV lacquer, lamination paper (Formika).
Bagian lain dari furniture misalnya lem kayu, multipleks dan MDF juga mengandung Formaldehyde namun kandungannya lebih kecil.
6. Furniture Bekas
Dengan membeli furniture bekas interior minimalis berarti kebutuhan akan pohon tebangan juga berkurang atau paling tidak bisa dimanfaatkan untuk hal yang lainnya .
7. Furniture Lokal
Jarak ribuan kilometer bagi wood furniture import untuk mencapai lokasi kita cukup membuat konsumsi biaya transportasi dan konsumsi bahan bakar (yang memproduksi CO2) menjadi besar. Berbeda apabila kita membeli produk lokal dengan jarak transportasi yang dekat.
8. Ukuran bagian furniture, kecil tapi kuat.
Mendesain furniture dengan tipe minimalis dan menghemat bahan baku juga cukup membantu menjadikan produk anda lebih hijau. Tidak menghambur-hamburkan bahan kayu menjadi bagian-bagian solid yang besar dan berat. Kalaupun jika desain menuntut untuk memiliki pilar yang besar, carilah cara dari sisi kontruksi untuk membuatnya lebih sederhana dengan memanfaatkan bahan lebih sedikit.
http://www.tentangkayu.com
» Read More...