Fakta Mengenai Karyawan “Kutu Loncat”

pekerja
image source: KlikSDM
Bagi kalian petinggi perusahaan yang sedang bekerja di office tower mega kuningan maupun perusahaan lainnya, pasti pernah mendapatkan karyawan yang memiliki sifat kutu loncat atau job hopping. Karyawan kutu loncat atau job hopping sendiri merupakan karyawan yang sering berpindah-pindah tempat kerja, yang bekerja di salah satu perusahaan kurang dari dua tahun saja. Adanya karyawan yang sering berpindah tempat pekerjaan ini, mungkin disebabkan oleh dirinya sudah tidak betah lagi dengan perusahaan lamanya, dan bahkan terkadang si karyawan menginginkan sesuatu yang baru.

Namun, ketika berpindah ke tempat yang baru, apakah si karyawan yang suka berpindah ini sudah memiliki pengalaman yang mumpuni, dan mampu bekerja dengan baik di perusahaan yang baru? Berikut, beberapa fakta yang akan menjawabnya:
  1. Hanya mampu bertahan dua tahun saja. Karyawan yang memiliki sifat kutu loncat ini, biasanya bekerja di salah satu perusahaan hanya sekitar dua tahun saja. Alasan meloncatnya si karyawan ke perusahaan lain, tak lain tak bukan hanya mencari pengalaman yang berbeda dari yang sudah pernah ditekuni, dan tentunya mau mendapatkan gaji yang cukup untuk dirinya. 
  2. Biasanya yang sering berpindah kerja adalah generai millenial. Kebanyakan karyawan yang sering berpindah pekerjaan adalah generasi millennial atau kawulah muda yang sudah bosan dengan pekerjaan lamanya. Hal ini pun juga dibenarkan oleh Experience.com, dimana generasi millennial lebih mendominasi adanya karyawan yang kutu loncat ini. Bahkan, generasi millennial ini bisa berganti pekerjaan hingga delapan kali. 
  3. Menginginkan pekerjaan yang lebih bagus lagi. Biasanya, adanya karyawan yang memiliki sifat kutu loncat ini, hanya menginginkan pekerjaan yang lebih bagus lagi dari pekerjaan lamanya. Alasan adanya keinginan ini pun; untuk mencari tunjangan yang lebih lagi, mencari pekerjaan yang lebih menantang untuk dirinya, dan disebabkan oleh penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada dirinya. 
  4. Memiliki pengalaman yang mumpuni, tapi? Sebenarnya, karyawan yang sering berpindah pekerjaan ini memiliki pengalaman yang sangat mumpuni di bidangnya. Tapi, tidak sedikit juga karyawan yang memiliki kurang dari semestinya. Terkadang, karyawan yang melakukan perpindahan ini, juga disebabkan oleh dirinya tidak betah dan mengerti akan pekerjaan yang sudah ditekuninya.
  5. Banyak perusahaan yang cendrung berhati-hati saat menerima si karyawan kutu loncat. Ketika menjadi karyawan kutu loncat, jangan senang dulu. Kenapa? Ya, saat menjadi karyawan kutu loncat, tentu saja perusahaan penerima akan cenderung lebih berhati-hati dengan si karyawan. Perusahaan tersebut takut apabila nantinya si karyawan kutu loncat akan berpindah lagi ke perusahaan lain. 


Bagaimana nih guys? Apakah kalian pernah berpindah pekerjaan yang kurang dari dua tahun saja? –SH–

» Read More...

Jenis Mesin Access Control

Mesin access control merupakan sistem untuk menjaga keamanan. Sistem ini hanya memperbolehkan pemilik access untuk keluar-masuk secara leluasa. Namun fungsi ini agak bergeser setelah ditemukannya fungsi lain dari sistem ini  yaitu sebagai alat absensi karyawan. Dengan menggunakan alat ini, karyawan tidak dapat memanipulasi data kehadiran.

Jenis mesin access control dibedakan berdasarkan kunci menbuka / accessnya
-          Proximity (kartu / card)
-          Finger Print (sidik jari)
-          Voice (suara)
-          Iris (selaput mata)
-          Face (struktur muka)
-          Dan jenis lainya
Dari semua jenis ini, yang sering ditemui adalah Finger Print dan Proximity karena mudah dan murah.  Bila berurusan dengan kerahasian yang sangat rahasia, pilihan yang tepat jatuh pada iris atau face karena lebih aman dan susah  untuk mencuri accessnya. Semoga Berguna –hm-

» Read More...

Apa itu Program Akuntansi?


Program akuntansi adalah sebuah software untuk komputer  atau laptop yang sangat dibutuhkan oleh para pengusaha karena software  ini digunakan untuk mencatat dan memproses semua yang berhubungan dengan transaksi. Program akuntasi ini biasanya dilengkapi dengan berbagai bagian agar bisa menghasilkan laporan seperti:
-          Rugi laba
-          Neraca keuangan
-          Arus keuangan
Untuk mendapatkan hasil laporan tersebut, diperlukan penyusunan buku besar . Software ini bisa dibeli atau dikembangkan sendiri oleh perusahaan. Bila dikembangkan sendiri, ini berarti memulai dari nol (0). Untuk menghemat waktu, program ini bisa dibeli dan kemudian dikembangkan agar cepat dan berbeda dari program akuntasi perusahaan yang lain.  Semoga Membantu –hm-

» Read More...

Followers