Tips Membangun Kepercayaan Diri



Ada beberapa tips motivasi diri sendiri :

1. Melakukan refleksi terhadap apa yang akan kita capai lalu menuliskannya di selembar kertas.
Untuk bisa melakukan Motivasi Diri terhadap diri kita, kita harus tahu apa tujuan yang ingin kita capai. Lalu kita harus mengembangkan perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. Jalan mana yang akan kita pilih, haruslah mendukung dan sesuai logika. Kita tidak bisa memilih jalan yang kita sendiri tahu bahwa kita tidak akan sanggup menjalaninya. Akhirnya yang akan kita temui adalah kegagalan dan keputusasaan sebelum kita mampu mencapai tujuan kita tersebut arti kata lain ialah Manajemen Kepemimpinan & Pengembangan Kepemimpinan diri sendiri.

2. Berhentilah menundaMenunda-nunda adalah hal yang bisa membunuh impian kita. Juga mampu membunuh motivasi atau Pengembangan Diri dalam diri kita sendiri. Tetapkan batas waktu untuk mencapai satu tujuan, dan berpeganglah pada Manajemen Kepemimpinan & Pengembangan Kepemimpinan dengan batas waktu yang kita tentukan sendiri. Dengan memiliki perasaan dikejar batas waktu, kita juga akan lebih fokus dan berusaha untuk memenuhi tujuan Psychotronica tersebut. Namun berhati-hatilah dengan menentukan batas waktu, jangan sampai waktu yang kita tentukan sendiri membuat kita stres dan frustasi(Manajemen Diri), sehingga malah merusak mental dan pikiran kita. Pikirkanlah batas waktu yang tepat dan tetap membuat anda nyaman dalam menjalaninya. Terburu-buru juga bukanlah hal yang baik.

3. Menghadiahi diri sendiri
Setiap orang merasa senang bila diberikan hadiah atau penghargaan ketika menyelesaikan sesuatu atau tujuan tertentu. Jadi cobalah untuk memberikan hadiah atau menghargai diri(Manajemen Diri) kita sendiri ketika kita menyelesaikan satu bagian dalam perencanaan kita untuk mencapai tujuan akhir kita. Hal ini membuat kita akan memiliki harapan untuk bisa menyelesaikan bagian-bagian berikutnya untuk memperoleh hadiah yang lebih baik. Kita bisa coba berjanji pada diri sendiri, misalnya ; kita tidak akan membeli baju baru sampai salah satu rencana kita selesai. Jadi ketika rencana tersebut selesai kita akan memiliki rasa bangga pada diri sendiri..

4. Bersenang-senanglah
Dalam melakukan Pengembangan Diri atau pekerjaan kita sering dihadapkan dengan masalah ataupun beban pikiran yang berat, jadi rasa humor yang cukup bisa menjadi salah satu kunci untuk sukses. Cobalah untuk tidak terlalu berat memikirkan masalah dan pekerjaan. Belajarlah untuk menikmati apa yang kita lakukan setiap hari, sehingga kita bisa tetap termotivasi dan merasa antusias. Dan dengan tetap memiliki perasaan tersebut, kita bisa membantu diri sendiri mengontrol tingkat Psychotronica atau stres yang kita miliki.Motivasi Diri sendiri memiliki keuntungan tersendiri dan juga memacu diri kita untuk bisa lebih berkembang, lebih baik, dan mengarah pada kesuksesan.
Dengan memotivasi diri sendiri, berarti kita juga bisa menciptakan jalan-jalan baru untuk melangkah mencapai tujuan kita

Temukan informasi mengenao Pengembangan Diri - Motivasi Diri - Psychotronica - Manajemen Diri - Manajemen Kepemimpinan - Pengembangan Kepemimpinan - Motivasi Kepemimpinan dan Pengembangan & Motivasi Diri : Psychotronica - Manajemen Diri & Kepemimpinan pada 88db.com



http://artikelmu.com/tips-motivasi-dir

» Read More...

Memotivasi Diri Menjadi Pemimpin

Kecenderungan pengembangan kepemimpinan melalui psychotronica di suatu perusahaan ditujukan untuk mempercepat para karyawan (manajemen dan non-manajemen) masuk ke dalam suatu lingkungan baru dimana mereka dapat mengembangkan kompetensi lewat pengembangan diri dan kapabilitasnya. Di beberapa perusahaan bisa jadi pengembangan kepemimpinan direfleksikan oleh para pemimpin senior dalam mengelola persepsi manajemen kepemimpinan melalui psychotronica tentang beragam isu, membentuk koalisi, dan menggunakan kapasitas huhungan untuk memengaruhi perubahan organisasi. Dan semua dikaitkan dengan strategi bisnis manajemen kepemimpinan perusahaan, Tanpa itu semua perusahaan seolah berjalan tanpa arah. Ketika persaingan global cenderung semakin tinggi, perusahaan dituntut memiliki program pengembangan motivasi kepemimpinan yang unggul yang mampu menggalang jejaring hubungan bisnis. Pertanyaannya adalah apakah perusahaan khususnya multinasional sudah melakukan motivasi kepemimpinan?

Tidak jarang ditemukan bahwa program pengembangan diri kepemimpinan telah gagal untuk memasukkan unsur kemampuan motivasi diri dalam membangun suatu nilai hubungan bisnis yang stratejik, Hal ini terlihat tidak saja dalam kurikulum pelatihan manajemen diri dan pengembangan motivasi diri tetapi juga dalam penerapan gaya kepemimpinannya di perusahaan. Ternyata kebanyakan semua itu tidak dikondisikan sepenuhnya. Yang ada lebih pada pengembangan kapabilitas manajemen diri dan kompetensi para pimpinan atau karyawan (calon pimpinan) di bidang-bidang finansial, operasi, manufaktur, dan proyek. Sementara dalam beberapa hal seperti pengembangan kemampuan untuk mengidentifikasi segala permasalahan secara sistematis, membangun, pemeliharaan personal, fungsional, dan manajemen hubungan stratejik untuk memengaruhi orang lain kurang diprogramkan. Dengan kata lain bagaimana setiap orang terutama yang potensial diarahkan untuk menjadi seorang pemimpin yang memiliki kemampuan hubungan stratejik dalam memengaruhi, mengarahkan, dan mengkoordinasi orang lain.

Meningkatnya keragaman karyawan, misalnya, seharusnya lebih dipandang secara kritis lagi dalam mencari pemimpin masa depan perusahaan. Mereka yang tampil diharapkan memiliki kekuatan berbeda dan unik ketimbang pemimpin yang ada sekarang. Beragam aspek seperti keragaman budaya, individu-individu yang sangat potensial dengan perspektif keunikannya, dan sudut pandangnya yang begitu maju, pada gilirannya dapat meningkatkan kemampuan memimpin untuk mencapai tujuan perusahaan. Karyawan seperti ini layak disebut sebagai orang yang memiliki kemampuan dalam membangun hubungan. Kemampuan itu sangat penting dalam mengembangkan jejaring bisnis.

http://ronawajah.wordpress.com/

U
ntuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Pengembangan Diri - Motivasi Diri - Psychotronica - Manajemen Diri - Manajemen Kepemimpinan - Pengembangan Kepemimpinan - Motivasi Kepemimpinan dan Pengembangan & Motivasi Diri : Psychotronica - Manajemen Diri & Kepemimpinan di 88db.com

» Read More...

Tips Meningkatkan Efektifitas Kerja

Suatu tindakan pada studi produktivitas menunjukkan bahwa kecakapan manajemen yang bertanggung jawab adalah suatu faktor terpenting dalam mencapai produktivitas tinggi pada organisasi yang berdasarkan teknologi (Robert M Ranftl).
Kemajuan teknologi informasi menjadi salah satu ciri era globalisasi dewasa ini. Masyarakat siap atau tidak siap harus menghadapi era ini dan juga mampu mencari berbagai peluang dalam dunia yang semakin mengglobal dengan sistem ekonomi kapitalisme yang baru. Setiap manejer bisnis harus menerima tekanan mekanisme pasar, serta mencari alternatif metode dan pendekatan bisnis yang bisa survive. Jawaban penting atas tantangan dan mencari peluang bisnis di era globalisasi ini, setiap organisasi bisnis harus mampu meningkatkan produktivitas & etos kerja secara organisasi maupun individu sumber daya manusianya.

Robert M Ranftl memberikan tips 7 kunci untuk mencapai produktivitas dan kreativitas yang tinggi.
1. Keahlian, manajemen yang bertanggung jawab. Manajemen adalah faktor utama produktivitas, merekalah yang menggerakkan. Manajemen kreatif adalah menyelesaikan pekerjaan secara optimal dengan sumber daya yang ada. Memang terjadi dialog yang tidak mudah dipertemukan antara kualitas individu (IQ, pendidikan, nilai yang tinggi) dengan perbedaan di antara sikap dan motivasi. Untuk mencapai produktivitas tinggi, setiap SDM harus diberi motivasi tinggi, positif dan secara penuh ikut melakukan pekerjaan. Etos kerja harus dimanajemen dengan baik.

2. Kepemimpinan yang luar biasa. Pemimpin sejati menghasilkan orang-orang dan organisasi terbaik. Untuk itu harus memiliki kepandaian khusus untuk memecahkan masalah dengan suatu hasil. Bisa dilakukan dengan melakukan pelatihan SDM, seperti spiritual EFT ataupun quantum touch.

3. Kesederhanaan organisasional dan operasional. Menyusun atau mendesain organisasi harus memberikan wacana yang sederhana, luwes, ramping serta dapat menyesuaikan perubahan.

4. Kepegawaian yang efektif. Memilih SDM dalam organisasi tentu harus mempertimbangkan kemampuan (kualitas) dan terhindah dari bentuk-bentuk nepotisme. Relevansi kualitas SDM dengan pekerjaan menjadi sangat penting untuk mempertimbangkan dalam memilih pegawai yang efektif. Dengan melakukan pelatihan SDM akan paham dengan perubahan zaman dan siap bersaing.

5. Tugas yang menantang. Setiap tugas atau pekerjaan yang diamanahkan pada seseorang, akan menjadi kunci bagi proses kreatif dan produktif individu.

6. Perencanaan dan pengendalian tujuan. Organisasi harus melakukan perencanaan yang efektif. Perencanaan yang tidak efektif memnyebabkan kebocoran besar dalam produkvifitas. Sedangkan perencanaan yang efektif meningkatkan produktivitas operasional. Misalnya dengan etos HSQ.

7. Pelatihan menajerial khusus. Setiap manajemen harus diberikan kemampuan tambahan dan khususmelalui pelatihan-pelatihan jangka pendek maupun jangka panjang, dan diberikan forum ekspose diri dengan seminar-seminar pengembangan kemampuan manajerial. Beberapa contoh pelatihan seperti Spiritual EFT atau quantum touch.

Ke-7 Tips tersebut memberikan wacana dan pemahaman, upaya peningkatan produktivitas dapat dibahas dari berbagai sudut. Dalam organisasi yang mampu mengimplementasikan 7 tips tersebut, rasanya bukan tidak mungkin akan mampu meningkatkan produktivitas kerja secara signifikan.

www.tipsmanfaat.com

Temukan Pelatihan SDM, Etos Kerja, Etos HSQ, Spiritual EFT, Quantum Touch hanya di Pelatihan SDM : Etos Kerja & HSQ - Spiritual EFT & Quantum Touch Jakarta pada 88db.com

» Read More...

Tips Meningkatkan Efektivitas Pelatihan SDM

Dalam sebuah kesempatan, muncul pertanyaan seperti berikut : Setiap tahun perusahaan kami mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pelatihan SDM. Apa yang harus dilakukan agar pelatihan SDM bisa memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja bisnis?

Harus diakusi, memang masih cukup banyak perusahan yang melakukan training untuk meningkatkan etos kerja dengan pendekatan “hit and run”, artinya sekedar mengundang karyawan untuk ikut tanpa memikirkan tindak-lanjut pasca-kegiatan yang mestinya juga perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Padahal, tanpa tindak-lanjut yang baik, efektivitas kegiatan training peningkatan etos kerja akan sangat rendah dan biasanya setelah tiga atau empat bulan para peserta akan lupa dengan apa yang mereka pelajari dalam kegiatan tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut ada langkah praktis yang perlu dilakukan. Dalam setiap training pelatihan etos kerja sebaiknya diupayakan ada sesi khusus –yang dilakukan menjelang akhir kegiatan– untuk menyusun rencana tindak-lanjut pasca-pelatihan etos kerja. Dalam rencana tindakan ini, para peserta diminta untuk merumuskan secara spesifik tindakan konkret yang akan mereka lakukan untuk mengaplikasikan materi yang telah diberikan. Akan lebih baik jika rencana tindakan ini juga disertai dengan tolok-ukur untuk menilai sejauh mana rencana itu berhasil mencapai sasaran.

Selanjutnya, rencana tindakan ini disalin dan dibagikan kepada peserta yang bersangkutan, atasan peserta, serta pihak penyelenggara (trainer/bagian SDM). Nah, proses pelaksanaan rencana tindakan pasca-pelatihan itu kemudian mesti dipantau 1-2 bulan sekali melalui serangkaian sesi monitoring (sesi ini dapat dilakukan selama 6 hingga 12 kali). Di sini peran dari atasan sangat besar. Demikian juga, pihak penyelenggara harus proaktif, dan secara intensif bekerjasama dengan atasan peserta untuk melakukan monitoring. Akan lebih baik jika dalam proses tersebut juga disertai dengan penyegaran, dengan misalnya mendiskusikan kembali pokok-pokok penting materi sebelumnya dipelajari dalam training. Sehingga, proses pembelajaran terus berjalan secara berkelanjutan. Banyak jenis training seperti Pelatihan Quantum Touch, Pelatihan Spiritual EFT, dsb.

Serangkaian tindakan di atas diharapkan dapat meningkatkan efektivitas training. Misalnya training spritual QT (spritual quantum touch), pelatihan HSQ / spritual HSQ, dsb. Artinya, training benar-benar memberikan dampak terhadap perubahan perilaku secara positif dan pada gilirannya juga bermanfaat secara positif bagi kinerja bisnis.

http://rajapresentasi.com

Temukan Pelatihan SDM, Etos Kerja, Spiritual EFT, EFT, HSQ, QT, Quantum Touch, Spiritual Quantum Touch, EFT Indonesia, Spiritual QT, Spiritual HSQ, Pelatihan Etos Kerja, Pelatihan Quantum Touch, Pelatihan Spiritual EFT, Pelatihan HSQ hanya di Pelatihan SDM : Etos Kerja & HSQ - Spiritual EFT & Quantum Touch Jakarta pada 88db.com

» Read More...

Pengembangan Diri - Dimulai dari mana?

Bagi kebanyakan orang pengembangan diri dan motivasi diri masih merupakan kata yang abstrak. Apa itu cuma sekedar pemberian motivasi ketika Anda sedang down? Apa hubungan manajemen diri dan manajemen kepeminpinan dengan kreatifitas? Kapan itu harus dilakukan? dan apa itu psychotronica ?

Dari sekian banyak pengertian mengenai potensi diri, saya ingin menyimpulkan bahwa inner power dimulai dari pengetahuan tentang:

  1. Siapa diri kita
  2. Apa yang kita mau dan tujuan kita
  3. Apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu

Tiga hal ini menjadi peta dasar untuk membangun motivasi kita. Untuk mencapai apa yang kita mau kita harus tahu siapa diri kita dan apa yang kita punya untuk mencapai motivasi kerja itu. Dari sana kita bisa menyiapkan diri dengan belajar, berusaha, dan bekerja.

Pengembangan diri merupakan topik yang luas karena didalamnya ada manajemen waktu, personal goal setting, creative thinking, self healing, motivation, problem solving dan masih banyak lagi. Tetapi kita selalu kembali ke 3 hal diatas karena pengembangan diri merupakan proses yang harus terjadi di dalam DIRI SENDIRI, bukan orang lain. Artinya kita menciptakan kondisi baru di luar dengan melakukan motivasi hidup di dalam diri sendiri.

Di tulisan berikutnya saya akan membahas lebih detil apa saja yang terkandung dalam peta dasar kemampuan diri tersebut.

http://www.pengembangandiri.com

» Read More...

Followers