Tips dibawah ini baku dan mendasar, modifikasi dan spesifikasi detil selanjutnya dapat dikembangkan pada saat anda berkomunikasi dengan supplier mesin anda.
Pangsa pasar cetak offset
sebelum membeli, perlu tahu dulu apa segmen cetaknya, secara umum mesin cetak offset banyak digunakan dalam "commercial "; seperti cetakan pamflet, brosur, booklet, dan majalah. Garis besarnya segala bentuk cetak untuk keperluan commercial dimana pelanggannya yaitu perusahaan yang mau promosi, berjualan dengan material cetakan, atau bahkan perusahaan iklan. Ada 2 tipe utama, pertama mesin cetak offset lembaran (sheetfed press offset) yaitu mesin cetak offset dengan input kertas potong / plano. (lawannya roll yang menggunakan mesin web press offset), kedua mesin cetak roll (web ofsett) yaitu mensin cetak offset dengan input kertas gelondongan (roll).
Mesin cetak lembaran umumnya digunakan untuk pekerjaan cetak dengan jumlah cetak yang rendah sampai menengah. Dalam jumlah cetak mulai dari 1000 lembar sampai dengan 100,000-an lembar. Mesin cetak roll (bisa dipecah menjadi dua heat set web – hswo biasanya untuk cetak majalah dengan kertas artpaper/coated paper dan cold web offset –biasanya untuk kertas koran atau uncoated) umumnya untuk jumlah cetakan yang besar sebab penggunaan mesin lembaran menjadi tidak ekonomis, jumlah bisa ratusan ribu lembar sampai dengan jutaan lembar.
Spesifikasi mesin vs riset order cetak
- kecepatan; semakin cepat semakin besar produktifitas (6000, 8000, 10,000 atau bahkan 15,000 ph - sheets per hour), kalau webpress pakai fpm atau mpm (feet per minute atau meter perminute).
- lebar; ada yang 18", 20", 22", 24", 26", 28", 40" dll. (1 inch -2.54 cm), pemilihan lebar harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan cetak yang bakal banyak digarap, jangan kekecilan dan kebesaran sebab tingkat efisiensi akan rendah. Perlu konsultasi dengan pelanggan, tenaga sales, dan supplier.
- jumlah unit warna, ada 2, 4, 5, 6 bahkan 8 (untuk yang jumlahnya banyak 5 keatas ada yang disebut "perfector", sekali jalan bisa langsung bolak balik). Pemilihan jumlah unit warna bersandarkan pada produkfitas, efisiensi dan keuangan perusahaan. Mesin perfektor mempunyai efisiensi tinggi tapi mahal namun bisa cetak masing-masing 4 warna atas dan bawah dengan sekali naik cetak. Sedangkan mesin 2 warna (straight) murah tapi pekerjaan buruhnya banyak; bisa 4 kali naik cetak untuk perbandingan dengan perector 8 warna. Konsultasi dengan pelanggan dan tenaga sales; apa sih jenis cetakan yang bakal dijual? Bikin brosur 2 warna yang banyak tulisannya dan hanya pakai hvs, beli yang murah meriah 2 warna saja. Tapi kalau mau buat brosur, iklan dengan separasi 4 warna dan kertas art paper yang mengkilap, pertimbangkan beli paling tidak 4 warna.
- unit tambahan mesin ; bila job dan pelangagannya "high end" perlu pertimbangkan unit ke 5 untuk warna khusus bahkan sudah sangat standard diluar negri untuk mempunyai unit "aqueous coating" (penting untuk buat kertas jadi lebih kilap dan proteksi cetakan supaya tahan goresan, air dan minyak). Mahal sedikit, tapi siap untuk masuk kepasar yang lebih tinggi dan profit lebih besar.
http://www.kertasgrafis.com
» Read More...
Warna hasil cetak hitam dengan cetak offset apakah itu di jasa printing atau mencoba sendiri seringkali kurang memuaskan, ada yang terihat pucat, tidak gloss, dan kurang pekat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencetak tinta warna hitam dalam cetak offset, seperti subtrate yang dipakai (absorb/un absorb), ketebalan lapisan cetak, jenis tinta yg dipakai.
Bahan cetak
Dalam percetakan offset, mencetak di atas bahan yang menyerap akan lebih tebal bila dibandingkan dengan material yang tidak menyerap bila ingin menghasilkan density warna yg sama. Karena lapisan tinta pada permukaan menyerap akan terserap lebih banyak. Hal ini berlaku pula terhadap bahan yang permukaannya tidak rata atau berbeda. Sebagai contoh dalam percetakan offset, cetak gravure umumnya mencetak pada bahan kurang meneyrap dan lebih rata permukaannya, maka warna hitam yg dihasilkan tentu lebih baik.
Black vs CMY
Dalam melakukan cetak digital atau print digital, mencetak warna hitam idealnya hanya memakai tinta hitam saja, pencampuran dengan warna yg lain (process C,M,Y) hanya sebagai tambahan. Dan pasti tiap orang akan berbeda presepsi tentang kehitaman suatu warna. Pengertian pekat atu hitam pekat tidak seragam antara satu orang dengan laiinya, karena hitam pekat versi saya adalah hitam kebiruan, dan bagi yang lain bisa jadi hitam kekuningan. Sebagai contoh tentang warna hitam BMW, yang menurut salah satu suplier pigment memakai pigment hitam yang arah warnanya kekuningan (yellowish black).
Tips
Bila ingin melakukan cetak digital/print digital dengan mencetak warna hitam di atas material yang menyerap dengan Cetak Offset silahkan pilih tinta yang bertipe ”quick setting”, agar tidak banyak masalah dengan ”mblobor” dan waktu pengeringan lapisan tinta lebig cepat), dan pakai yg tipe High Density (HD). Kalau satu kali cetak kurang memuaskan bisa juga duakali naik cetak dengan catatan tinta hitam yang sedikit mengandung wax. Dan lebih baik cetakan Blok hitam diberi OPV untuk mencegah rontok. Dan tentu kalau mencetak banyak blok tumpukan hasil kertas cetak di buat serendah mungkin untuk mencegah set-off. OPV adalah Over Print Varnish, umumnya dilakukan terhadap cetakan yang dipergunakan untuk cover publikasi, atau packaging untuk mencegah tergoresnya hasil cetakan, selain itu juga menambah glossy hasil cetakan. OPV bisa berbentuk Oil-base juga water-base. Tentunya Anda bisa menambah ilmu dengan bertanya ke pihak jasa printing.
www.mahamerubali.com
Temukan Cetak Digital, Print Digital, Jasa Printing, Percetakan Offset, Cetak Offset hanya di Cetak & Print Digital : Jasa Printing – Percetakan & Cetak Offset Bekasi 88db.com
» Read More...