Kalian semua pasti tahu apa pengertian dari KPR? Yup, KPR atau dikenal dengan nama kredit pemilikan rumah merupakan salah satu pengajuan kredit yang digunakan untuk membeli sebuah rumah yang diberikan oleh pihak bank. Biasanya, pada saat mengajukan KPR ini, pihak bank akan memberikan beberapa jenis KPR yang bisa dipilih oleh para nasabahnya. Hanya saja, terkadang ketika melakukan pengajuan KPR ini, bank tidak akan menyertakan asuransi perlindungan rumah maupun asuransi kebakaran untuk semua nasabah yang mengkreditkan rumah mereka.
Untuk itu, saat pengajuan KPR ini, sebaiknya kalian memilih jenis KPR yang menanggung semua perlindungan termasuk di dalamnya asuransi. Dengan begini, tentu saja nantinya kalian tidak akan mengalami masalah yang tidak diinginkan pada saat kredit rumah kepada bank. Nah, untuk kalian yang akan mengkreditkan sebuah rumah, berikut ini beberapa jenis KPR yang bisa kalian pilih. Yuks, disimak!
KPR Syariah
KPR Syariah adalah pembiayaan yang difungsikan untuk membeli rumah secara kredit dengan KPR, yang mana harga jual rumah ditetapkan di awal pada saat dilakukan penandatangan oleh nasabah. Untuk KPR Syariah sendiri memiliki beberapa ciri-ciri yang patut diketahui oleh para nasabah, berikut beberapa diantaranya:
- KPR Syariah tidak mengenal yang namanya sistem bunga.
- Memakai akad murabahah saat memberikan kredit.
- Tidak ada sistem denda, sehingga apabila nasabah membayar cicilan menunggak maupun terlambat tidak akan didenda.
- Properti yang bisa diajukan di KPR Syariah ini seperti apartemen, rumah toko, rumah, dan rukan.
- Masa kredit yang diberikan selama 5 hingga 15 tahun.
- Cicilan yang diberikan sangat rendah dibandingkan dengan KPR lainnya.
KPR Non Subsidi atau Komersial
KPR Non Subsidi merupakan kredit rumah yang diperuntukkan untuk seluruh masyarakat, dimana ketentuan KPR yang satu ini ditetapkan oleh pihak bank. Sehingga, suku bunga maupun jumlah kredit dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada di bank. Tidak semua pengajuan KPR ini akan diterima oleh bank, sebab ada beberapa faktor penentu yang bisa membuat KPR disetujui bank. Selain itu, terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan KPR Non Subsidi:
- Tidak jauh berbeda dengan KPR Syariah, KPR Non Subsidi memberikan pengajuaan property untuk rukan, rumah, ruko, dan apartemen.
- Biasanya, masa tenggang kredit mulai dari 5 sampai dengan 25 tahun lamanya.
- KPR Non Subsidi memberlakukan value of money, sehingga apabila nasabah menunggak maupun terlambat membayar kredit akan dikenakan denda.
- Suku bunga bergantung pada naik turunnya sistem BI Rate yang terdapat di bank.
KPR Subsidi
KPR Subsidi ialah program kerjasama pengajuan kredit rumah antara pihak pemerintah atau kementerian pekerjaan umum dengan perumahan rakyat. KPR Subsidi ini juga mempunyai beberapa ciri khusus, diantaranya:
- Masa cicilan untuk KPR Subsidi maksimal sampai 20 tahun.
- Nasabah terbebas dari PPN atau pajak pertambahan nilai.
- Ditujukan untuk masyarakat yang memiliki penghasilan kecil dan belum ada rumah.
- Suku bunga yang diberikan sebanyak 7.25 persen, termasuk di dalamnya asuransi jiwa, kredit, dan kebakaran.
- Rumah yang sudah dibeli dan dikreditkan tidak boleh dijual dalam waktu kurang dari lima tahun.
So, kalian mau memilih KPR yang mana nih, guys? –SH–
» Read More...
Banyak orang berpikir
untuk membeli rumah langsung dengan penjualnya tanpa menggunakan jasa Kredit
Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank karena merasa lebih aman, cepat dan
murah. Namun ini bisa menjadi bumerang karena kita tidak melakukan pengecekan
seteliti pihak Bank.
Kebanyakan Bank sangat
teliti dalam melakukan pengecekan baik dari bagian pembeli maupun penjual agar
tidak merugikan klien. Memang bunga cicilan tidak murah seperti gorengan tapi
dengan KPR bank, tidak akan ada masalah dengan hukum kedepannya.
Pasti tidak ada yang
ingin dituntun hanya karena membangun di lahan yang seharusnya menjadi lahan
penghijauan. Namun dengan menggunakan jasa Bank, hal ini akan terhindari. So,
pikirkan baik-baik cara yang akan
digunakan untuk membeli rumah ataupun lahan.
“Pilih Yang Aman Untuk
Masa Depan Yang Sejatera” –hm-
» Read More...
Bangunan baru seperti rumah, flat, atau apartemen bisanya ditawarkan dengan harga pas dari developer. Untuk rumah second biasanya terbuka untuk tawar menawar harga. Ada beberapa informasi yang sebaiknya Anda dapat sebelum mengajukan penawaran :
* Harga rumah yang ditawarkan penjual apakah sama dengan yang ditawarkan untuk rumah lain dengan kondisi yang sama diwilayah tersebut
* Kondisi rumah, apakah perlu perbaikan tambahan atau tidak. Kalau perlu tanyakan asuransi produk properti tsb.
* Sudah berapa lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual, atau anda bisa berkunjung ke acara pameran rumah untuk mencari info baru.
Jika sudah ditawarkan selama beberapa waktu lalu si penjual mungkin akan semakin ingin menjual rumahnya sehingga mungkin Anda lebih dapat menekan harga. Tanyakanlah kepada tetangga sekitar rumah mengenai pasaran harga rumah dikawasan tersebut, dari mereka mungkin saja dapat diketahui mengapa rumah tersebut mau dijual, sehingga dari informasi-informasi tersebut Anda akan mendapatkan harga beli yang terbaik untuk rumah tersebut.
Kalau pikiran lebih jauh bisa juga memikirkan jasa tukang kebun, tukang ledeng, dsb. Agar semuanya beres dan Anda siap menempati.
www.perencanakeuangan.com
» Read More...