Dukung kampanye stop dreaming start action
» Read More...
Dukung kampanye stop dreaming start action
» Read More...
Pakaian, kain yang menutupi bagian tubuh. Mungkin Anda berpikir, selama ini Anda tak pernah memiliki masalah dengan membeli pakaian apa pun. Mungkin hanya sedikit masalah, kekecilan atau kebesaran, lalu apa bedanya dengan pakaian bayi? Perlu Anda ketahui, bahwa ketika Anda salah memilih pakaian anak, Anda juga bertaruh pada kesehatan bayi Anda.
1. Jangan beli dalam jumlah banyak di muka
Ketika Anda akan membeli persediaan pakaian untuk bayi di grosir pakaian saat mendekati hari kelahiran, usahakan membeli dengan jumlah cukup di penjual pakaian. Dalam artian, tak terlalu banyak, tak juga sedikit. Belilah dengan warna ‘aman’ atau netral di grosir pakaian anak. Karena Anda tak tahu pasti jenis kelamin, dan warna apa yang kira-kira pas dengannya hingga hari lahirnya,
2. Pikirkan kepraktisan
Tak ada alasan Anda harus membeli pakaian anak bermerek dan berharga mahal di grosir pakaian saat awal-awal kelahirannya. Bayi baru lahir akan berkembang sangat cepat. Mungkin baju-baju bayinya hanya sempat dipakai beberapa kali saja. Kebanyakan waktu, si bayi hanya akan berbaring, plus mereka akan sering buang air. Belilah pakaian dasar bayi dari penjual pakaian yang terpercaya kualitasnya dengan harga masuk akal dengan jumlah secukupnya. Lihat apakah si bayi nyaman mengenakannya, dan perhatikan tanda-tanda alergi. Lagipula, Anda mungkin akan menerima baju bayi bermerek sebagai hadiah dari teman atau saudara.
3. Ukuran
Seperti kita tahu, bayi tumbuh dengan cepatnya. Ukuran-ukuran baju pun macam-macam. Biasanya ukurannya bertuliskan, “new born”, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, dan lainnya. Bahkan ada yang memberikan kisaran, misal 3-6 bulan. Untuk permulaan, Anda bisa membeli baju dengan ukuran untuk new born di grosir pakaian anak, lalu karena si kecil akan tumbuh cepat, Anda bisa membeli yang berukuran lebih besar. Agar Anda tak perlu membuang-buang uang untuk pakaian saja.
4. Kenyamanan
Kenyamanan sangat penting bagi bayi, juga untuk si ibu. Agar si kecil tidak repot dengan berbagai macam potongan pakaian dan agar mudah dipakaikan, belilah yang potongannya ‘normal’.
5. Yang perawatannya mudah
Perhatikan pula bahan yang dibeli. Meski gaun terlihat lucu pada anak-anak, namun gaun dari bahan tulle hanya akan membuat si kecil teriritasi. Pilih katun, mudah dicuci sendiri dan lebih berguna.
http://kesehatan.infogue.com/
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
» Read More...
Seiring perkembangan jaman usaha Toko Pakaian Bayi atau Toko Pakaian Anak yang menJual Baju Baju Anak berkembang pesat. Usaha Toko Pakaian Bayi atau Toko Pakaian Anak yang menJual Busana atau Jual Baju Baju Anak tidak pernah mati, karena Pakaian Anak atau Busana Anak merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi seorang Ibu yang baru melahirkan anak.
Kelahiran bayi baru tentu sangat membahagiakan. hari-hari baru dengan pengalaman-pengalaman baru bersama si kecil. Soal cuci-mencuci, Pakaian Anak bisa jadi merupakan pengalaman tak terduga bagi ibu baru. jumlahnya yang menumpuk dengan noda yang tergolong ‘kotoran berat’, cukup membuat kelimpungan menghadapi Busana Bayi tersebut.
Berikut kiat untuk membersihkan Pakaian Bayi atau Baju Bayi agar tetap sehat dan nyaman dikenakan si kecil.
jangan gunakan pelembut/pewangi pakaian. Fungsi hati bayi belum lagi sempurna. Hal ini konon dapat membuat bayi lebih kuning
Sumber : http://mommygadget.com
Temukan informasi lainnya di Toko Pakaian Anak - Toko Pakaian Bayi - Pakaian Anak - Pakaian Bayi - Jual Baju - Jual Busana
Busana Anak - Busana Bayi - Baju Anak - Baju Bayi dan Toko Pakaian Anak & Bayi: Jual Baju & Busana Anak - Pakaian Bayi Jakarta hanya di 88db.com
» Read More...
Kalau Anda berkunjung ke bagian mainan dan pakaian anak perempuan di pusat perbelanjaan, Anda akan mendapati dominasi warna merah jambu atau pink di sana. Fenomena ini mendapat kritikan dari para ahli yang mengatakan "wabah pink" tersebut telah mencuci otak anak perempuan dan memperkuat perbedaan gender.
Seperti dikuti oleh harian Telegraph, para ahli mengklaim, wabah pink telah membuat anak perempuan menjadi terikat dengan satu warna bahkan sebelum mereka berusia tiga tahun. Akibatnya (toko pakaian anak, toko pakaian bayi, dsb), bila mereka mendapat mainan atau baju yang berwarna lain, mereka akan menolak.
Anak-anak perempuan yang selalu dijejali dengan berbagai perlengkapan (pakaian anak - pakaian bayi, dsb) dan mainan warna pink, dikhawatirkan para ahli akan menjadi generasi "princess". "Kini sulit mencari anak perempuan berusia di atas tiga tahun yang tidak terobsesi oleh warna pink," kata Sue Palmer, penulis buku Toxic Childhood.
Pendapat Palmer cukup beralasan, mengingat saat ini cukup sulit mencari baju anak - busana anak, mainan, bahkan buku, untuk anak perempuan yang tidak berwarna pink. "Buat saya, bahaya yang sebenarnya adalah kuatnya pengaruh pasar dalam memasuki alam pikiran anak-anak kecil," katanya.
Mengapa pink?
Sebenarnya, mengapa anak perempuan identik dengan warna pink? Mengenai hal ini, ada banyak pendapat berbeda. Sebagian berpendapat, anak perempuan tertarik warna pink karena sudah dikondisikan demikian oleh orangtuanya sejak hari pertama mereka lahir. Jadi tidak heran busana anak atau baju anak perempuan selalu diidentikkan dengan pink.
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Anya Hurlbert dan Yazhu Ling, peneliti dari Universitas Newcastle, diketahui para respoden perempuan yang diperlihatkan berbagai kombinasi warna, ternyata lebih memilih warna pink sebagai warna favorit mereka. Jadi tidak heran pakaian bayi perempuan, baju bayi, busana bayi dicirikan berwarna pink. Sementara itu warna biru dipilih oleh mayoritas responden pria.
Padahal, lebih dari 100 tahun lalu, warna merah jambu justru lekat dengan anak laki-laki. Merah jambu, yang didapat dari campuran warna merah dan putih, dimana merah mewakili penggambaran ideal pria dewasa, kuat, bertenaga, dan agresif.
Namun kini warna pink lekat dengan citra kelembutan, cinta, dan perlindungan. Pink adalah warna bermacam jenis bunga dan warna bayi yang baru lahir. Jadi tidak heran jika di toko atau tempat jual busana, jual baju begitu meriahnya warna pink untuk menarik wanita.
www.kompas.com
Temukan informasi lainnya mengenai Toko Pakaian Anak - Toko Pakaian Bayi - Pakaian Anak - Pakaian Bayi - Jual Baju - Jual Busana - Busana Anak - Busana Bayi - Baju Anak - Baju Bayi hanya di Toko Pakaian Anak & Bayi: Jual Baju & Busana Anak - Pakaian Bayi Jakarta pada 88db.com
» Read More...
1. Test pasar dulu dengan membeli produk yang sudah ada dengan minimal order 20 - 30 lusin dengan mencari sumber yg murah
2. Jual dengan harga yang tidak perlu tinggi ke beberapa kenalan atau network yg sudah di punya
3. Evaluasi dari hasil pembelian dan penjualan kekurangan dan kelebihannya
4. Bangun Toko(cth Toko Busana, Butik Fashion & Toko Butik), untuk mempermudah pasar mencari produk kita (bisa offline atau toko di rumah atau kios atau di internet - seperti Pak Roni)
5. Buat merek sendiri untuk (cth Toko Busana, Butik Fashion & Toko Butik) anda dengan meniru dulu dari barang-barang yang bagus, dan promosikan merek tersebut untuk mengalahkan merek lain (yg kita beli)
6. Merek yg kita buat tentunya punya harga dan desain yg lebih kompetitif.
7. Desain sendiri (tanpa meniru) merek kita dengan konsep yang jelas dan market yg bagus, kemudian evaluasi lagi apakah desainnya disukai atau tidak.klik Jual Jilbab, Jual Tas, Koleksi Pakaian
8. Biasanya tes desain dilakukan di perkumpulan ibu-ibu arisan, pengajian dan lain-lain, mungkin bisa di tanyakan pendapatnya, juga saudara dan temen2
9. Pada awal bangun merek sendiri biasanya dijahitkan di suatu konveksi dengan pertimbangan kita tidak ingin pusing soal produksi yang penting fokus ke penjualan.
10. Sebaiknya punya mesin sendiri dimulai dari sedikit dan menjahit baju sendiri, memang untuk produksi kita dipusingkan dengan masalah tenaga kerja yang kurang bagus, tidak jujur dsb-nya. Tapi ini sebagai diversifikasi bisnis, nantinya selain jahit baju sendiri bapak bisa jahit baju atau merek orang lain klik Toko Pakaian, Butik Pakaian .
11. Buat sistem yang bagus dari setiap bisnisnya dan siap-siap punya asisten untuk masing-masing bisnis, asiaten di Toko, assiten di pemasaran, assisten bikin desain assisten, assisten yg ngatur produksi. Karena kalo dipikirin sendiri bisa pecah juga pak kepalanya.klik Toko Pakaian, Butik Pakaian
12. Kalo sistem sudah berjalan, seperti yang diajarkan James Gwee dan Yohanes Liem kemarin waktu TemNas, kita hanya bangun SDM-nya saja. Sering-sering ketemu dan ngobrol sama semua assisten dan semua karyawan.
Temukan informasi mengenai Toko Busana, Butik Fashion, Toko Butik, Jual Jilbab, Jual Tas, Koleksi Pakaian, Toko Pakaian, Butik Pakaian dan Toko Busana & Butik Fashion : Jual Jilbab & Tas - Koleksi Pakaian Jakarta pada 88db.com.
(taken from agusali blog)
» Read More...
· Dalam memilih pakaian bayi, pilihlah yang berleher lebar agar mudah dikenakan ataupun ditanggalkan tanpa menimbulkan rasa sakit pada kepala bayi.
· Sedapat mungkin pilih pakaian anak yang mudah menyesuaikan dengan suhu badannya.
· Pakaian bayi tidak boleh ketat, pilihlah yang lberukuran sedikit onggar memudahkan bayi. Selain mudah dikenakan ataupun ditanggalkan juga dapat menghindari kulit bayi menjadi teriritasi.
· Begitu juga dengan pakaian anak. Selama tidak kedodoran, pilihlah satu ukuran lebih besar dari badannya sekarang ini. Selain nyaman dikenakan, pakaian juga dapat dipakai sedikit lebih lama.
· Jangan membeli baju anak tidak sukainya karena akan mubazir jika nantinya hanya mau menggunakan pakaian yang dia suka.
· Sebisa mungkin ajak dan libatkan anak saat membeli busana anak. Setidaknya, kenali warna ataupun gambar kesukaannya.
· Agar anak bebas memilih dan terhindar dari pilihan yang terlalu mahal, carilah toko pakaian anak / toko pakaian bayi yang menjual pakaian dengan harga terjangkau.
http://tsuruga.page.tl
Temukan Toko Pakaian Anak, Pakaian Anak, Toko Pakaian Bayi, Pakaian Bayi, Jual Baju Anak, Baju Anak, Jual Busana Anak, Busana Anak, Pakaian Bayi hanya di Toko Pakaian Anak & Bayi: Jual Baju & Busana Anak - Pakaian Bayi Jakarta pada 88db.com
» Read More...