
Payudara yang sehat
adalah idaman bagi setiap wanita namun bahaya kanker payudara menjadi
momok yang menakutkan bagi kaum wanita namun anda tak perlu khawatir
banyak cara yang bisa anda lakukan agar payudara anda sehat salah
satunya dengan mengkonsumsi minyak ikan, berikut beberapa tipsnya:
1. Mencegah dan Menghambat Perkembangan Kanker Payudara
Kanker
payudara menyerang kehidupan jutaan perempuan setiap tahun, dan pada
kenyataannya, itu penyebab utama kematian bagi wanita yang berusia
antara 45 dan 55. Hasil tes percobaanyang tak terhitung jumlahnya telah
menunjukkan bahwa asam lemak Omega-3 ini akan dapat membantu untuk
memperlambat perkembangan kanker payudara, dan bahkan membantu mencegah
kambuhnya penyakit ini, dan bila dikombinasikan dengan obat kanker
seperti propofol, asam lemak omega-3 dapat menyebabkan sel kanker mati.
2. Mencegah dan Menghambat Perkembangan Kanker Serviks
Kanker
serviks membunuh sekitar 4.000 perempuan setiap tahun, hampir selalu
disebabkan oleh HPV (human papillomavirus).Penelitian telah menunjukkan
bahwa DHA (asam lemak Omega-3 dalam minyak ikan) secara drastis dapat
menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel yang bermutasi karena HPV.
3. Melancarkan Siklus Menstruasi
Hampir
semua wanita mengalami perubahan fisik yang terjadi karena siklus
menstruasi mereka. Bagi beberapa orang, perubahan ini nyaris tak
terlihat, tapi untuk orang lain, mereka bisa sangat tidak menyenangkan,
dan bahkan sangat menyakitkan. Suplemen Omega 3 dapat meringankan
gejala-gejala menstruasi karena tubuh mampu mengubahnya menjadi
prostaglandin, yang pada gilirannya dapat menjadikan otot berrelaksasi.
Suplemen Omega 3 dapat sangat efektif sehingga beberapa wanita mampu
mencegah kram menstruasi yang menyakitkan.
4. Mengurangi Gejala Depresi Menopause
Depresi
adalah sangat umum antara perempuan antara usia 45 dan 50. Depresi ini
sering disebut sebagai depresi menopause. Pada sebagian wanita
dilakukan ERT (Estrogen Replacement Therapy) untuk mengurangi gejala
depresi menopause ini. Tapi ada banyak keprihatinan mengenai pendekatan
ini karena hormon estrogen secara langsung berhubungan dengan kanker
payudarakarena wanita menopause rentan terkena kanker payudara. Namun,
dalam beberapa studi didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa pemberian
minyak ikan setiap hari secara signifikan dapat mengurangi depresi
menopause.
Demikian pembahasanya tentang manfaat minyak ikan untuk mencegah kanker payudara, temukan info menarik tentang Apotik Murah
» Read More...

Kopi
adalah minuman yang ada baik dan buruknya namun bagaimana cara meminum
kopi agar tetap sehat dan efek buruknya tidak di rasakan ?, simak tips
berikut:
1. Dosis
Memang belum ada ukuran yang pasti untuk
dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian
mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir
kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.
2. Sinyal Bahaya
Ketika
mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan
sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan
harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah,
jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah).
Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat
mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala
berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat
caffeine dosis baru.
3. Dengarkan Respon Tubuh
Setiap orang
memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang
dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula
yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada
yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur
sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi.
So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!
4. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah
mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui
kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar
jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita
masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga
merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan
kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh,
coklat, obat sakit kepala.
Cara pengolahan (roasting dan brewing)
juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai
contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks
mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan
jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya
mengandung 149 mg caffeine.
Dari penelitian lain, kopi decaf
(kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena
dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada
mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol
HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.
5. Coffee Mix
Lima
milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun
kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu
atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol
kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi
dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang
berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi
yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Banyak
yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah.
Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi
nikmatnya ngopi lho…
6. Kelompok Anti-Kopi
Kelompok berikut
disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua,
orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah,
kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!
7. Check Up
Lakukan
pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran
tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik
untuk penatalaksanaan selanjutnya
Demikian tipsnya cera sehat
dalam memilim kopi semoga bermanfaat dan anda dapat merasakan efek
sehatnya minum kopi, temukan info menarik tentang Pengobatan Gratis
» Read More...

Memasak makanan untuk
bayi tidak bisa di samakan seperti memasak makanan untuk orang dewasa,
karena bayi tidak sama dengan orang dewasa dan yang terpenting adalah
makanan tersebut aman untuk di konsumsi bayi dan kandungan gizi yang
terdapat di dalamnya bisa anda optimalkan dengan cara memasak yang
benar, berikut beberapa tipsnya:
Memasak untuk Melembutkan
Saat
bayi sudah siap dengan makanan padat, semua sayur dan buah kecuali
pepaya dan alpukat harus dimasak terlebih dahulu untuk melembutkan
teksturnya sebelum dihaluskan.
Buat Sesederhana Mungkin
Jangan
tambahkan gula, garam atau rempah-rempah ke dalam makanan bayi. Baking
soda juga tidak dianjurkan karena bisa menurunkan kandungan vitamin dan
mineral makanan.
Bagian ini sesuai banget dengan prinsip dasar
milis Mpasi Rumahan. Batas umur yang biasa ditetapkan sih hingga
setahun, setelah itu bisa ditambahkan bumbu secukupnya.
Hindari Peralatan Masak dari Aluminium
Jangan
memasak makanan yang mengandung asam seperti tomat di dalam peralatan
aluminium. Penyebabnya adalah kandungan aluminium tersebut bisa diserap
oleh makanan.
Memasak dengan Tembaga? Pertimbangkan Kembali!
Jangan memasak makanan bayi dalam pot tembaga. Memasak dalam pot tembaga dapat mengurangi kandungan vitamin C dalam makanan.
Manfaatkan Ice Trays
Bekukan
makanan bayi yang sudah dimasak di ice trays dan kemudian simpan
cube-cube tersebut dalam kantong kedap udara di dalam freeer. Makanan
dalam cube tersebut akan siap per porsi si bayi kapanpun mommy
membutuhkannya.
Buang sisa makanan.
Jangan menyimpan bagian
makanan yang tidak habis dimakan di lemari es-bisa dimakan anggota
keluarga lain atau buanglah ke tempat sampah. Air liur dari mulut bayi
dapat menyebabkan bakteri tumbuh dalam porsi yang tidak termakan itu.
Hindari Madu.
Jangan
pernah memberikan madu untuk anak di bawah usia 12 bulan. Beberapa
dokter anak bahkan merekomendasikan menunggu sampai anak lebih dari 18
bulan.
Waspada terhadap alergi.
Hati-hati dengan makanan
alergen umum seperti selai kacang, jus jeruk, telur, jagung, dan gandum.
Jika keluarga mommy memiliki sejarah alergi makanan, sebaiknya
konsultasikan dengan dokter anak tentang makanan padat apa yang harus
dihindari dan untuk jangka waktu berapa lama.
Hindari memanaskan Makanan dalam Microwave.
Cobalah
untuk menghindari microwave dalam makanan untuk bayi. Bahkan jika
diaduk secara menyeluruh, beberapa bagian mungkin tetap panas dan bisa
membuat mulut bayi terbakar. Memanaskan makanan sebaiknya di oven atau
dikompor.
Sajikan Makanan hanya dalam mangkuk.
Jangan pernah
menaruh makanan bayi, sereal bayi, atau makanan padat lainnya ke dalam
botol untuk bayi. Selain bisa menyebabkan tersedak dan hal ini juga
tidak baik untuk giginya.
Selalu dibawah Pengawasan Orang Dewasa
Jangan
pernah meninggalkan bayi dengan makanan. Tetap temani bayi selama waktu
makan, dan jadi mommy tahu bagaimana menangani tersedak bayi.
Demikian tipsnya dalam memasak makanan untuk bayi semoga bermanfaat dan menambah pengatahuan anda, temukan info menarik tentang Peralatan Dapur
Temukan artikel terkait: Tips Makanan Bergizi Untuk Bayi
» Read More...

Memberikan makanan
bergizi untuk bayi adalah suatu keharusan karena di masa pertumbuhan
bayi membutuhkan hal tersebut untuk tumbuh kembangnya dan dalam masa
pertumbuhan tersebut kita wajib mengenalkan berbagai makanan yang perlu
di konsumsi olehnya agar melatihnya menyukai makanan tersebut, tentunya
makanan yang bergizi bukan sembarangan, berikut ada sedikit tips makanan
bergizi untuk bayi:
Pisang Banyak bayi yang memulai makanan
padatnya dengan pisang yang dihaluskan. Pisang yang anda pilih sebaiknya
pisang kepok merah yang memang umumnya diberikan pada bayi. Untuk awal
mula mungkin 1 buah pisang kecil sudah cukup dan bisa anda gunakan
dengan sendok kecil agar halus dan mudah ditelan bagi anak anda yang
belum punya gigi saat ini.
Sayuran Sayuran sangat penting bagi
bayi Anda, karena dapat memberikan kesehhatn untuk kulit Anak Anda, Anda
bisa berikan sayuran berupa wortel, brokoli atau bayam yang dihaluskan,
bisa dengan di blender. Anda dapat mencampurkan sayuran ini pada bubur
bayi. Cucilah terlebih dahulu sayurannya dengan pencuci sayuran agar
pestisida atau kuman yang terdapat di sayuran terbuang.
Sereal/biscuit bayi Bayi sangat suka dan senang jika di berikan biskuit.
Untuk Cara pemberiannya bisa Anda campur dengan susu formula bayi atau
jika itu biscuit agar tidak terlalu manis anda dapat menghancurkannya
cukup dengan air hangat. Makanan padat diatas adalah makanan pendamping
ASI bukan pengganti ASI yang memiliki nilai yang lebih tinggi untuk bayi
usia dibawah 1 tahun.
Bubur beras merah Anda dapat membuat
sendiri dengan cara membeli beras merah yang ada di supermarket dan
menjadikan bubur. Cara pemberiannya pun mudah, anda dapat mencampurkan
bubur beras merah yang kaya dengan vitamin ini dengan susu formula bayi.
Demikian
tipsnya dalam memberikan makanan bergizi untuk bayi semoga bermanfaat
dan menambah pengetahuan anda, temukan info menarik tentang Peralatan Masak
Temukan artikel terkait: Tips Supaya Bayi Mau Makan
» Read More...

Pemberian makan untuk
bayi anda harus tau usia dan perkembangan, perubahan bayi anda, agar
anda bisa memberikan makanan yang tepat untuk bayi anda berikut ada
beberapa tipsnya:
Mulailah setelah bayi berumur 6 bulan.
Mengingat besarnya manfaat air susu ibu (ASI), WHO merekomendasikan
pemberian ASI ekslusif hingga bayi Anda berumur 6 bulan. Namun demikian,
jangan terlambat memberikan makanan padat kepadanya karena bila
terlambat justru akan menghambat pertumbuhannya. Selain umur, indikasi
lain bahwa bayi Anda sudah siap mendapatkan makanan padat adalah bila
berat badannya sudah dua kali lipat berat lahirnya.
Mulailah
ketika bayi memperlihatkan minatnya dengan melihat reaksinya ketika
menyaksikan anggota keluarga lain menyantap makanan. Bila dia meniru apa
yang mereka lakukan, misalnya berusaha meraih sendok atau makanan, dia
mungkin sudah siap mencoba “kebiasaan baru” tersebut. Anda juga bisa
memulainya ketika dia merasa lebih cepat lapar atau tidak cukup kenyang
lagi hanya dengan meminum susu.
Mulailah dengan yang sederhana.
Sampai dengan enam bulan pertama, bayi tidak pernah merasakan rasa lain
kecuali cairan manis yang hangat. Mereka tidak mengenal rasa asin, gurih
dan lainnya serta variasi suhu makanan. Mulailah dengan bubur susu
tanpa tambahan zat padat apa pun.
Mulailah dengan porsi kecil.
Mulailah perlahan-lahan dengan porsi kecil sekali sehari. Porsi dua atau
tiga sendok teh sudah cukup sebagai awalan. Anda perlu perhatikan juga
apakah bayi Anda memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu atau
apakah perutnya mengalami kesulitan mencerna.
Berikanlah ketika
bayi merasa lapar tetapi tidak terlalu lapar. Bila diberikan saat bayi
terlalu lapar, bayi akan tidak sabar untuk mendapatkan makanan biasanya
yang berbentuk ASI/susu formula. Pilihlah waktu yang nyaman di mana bayi
tidak sedang kelaparan atau mengantuk.
Berhentilah bila bayi
sudah kenyang. Bila bayi sudah tidak mau makan lagi, jangan memaksa!
Rutinitas makan haruslah dibuat sealamiah dan segembira mungkin.
Ketahuilah kebiasaan makannya dan berikan waktu yang cukup baginya untuk
menikmati makanan. Bila bayi Anda selalu memuntahkan kembali makanan,
cobalah rasa lainnya. Berikan makanan secara bervariasi sesuai
seleranya.
Boleh memberikan air putih sebagai minuman disela pemberian makanan padat setelah bayi berusia sembilan atau sepuluh bulan.
Jangan memberikan garam berlebihan pada makanan bayi di bawah usia satu
tahun karena ginjalnya belum cukup berkembang untuk mengolah garam.
Pemberian garam berlebihan pada bayi juga dapat meningkatkan risiko
diabetes di usia dewasa.
Pisang, tahu dan sayuran dapat diberikan
sebagai campuran bubur susu, tetapi jangan memberikan daging dan ikan
sampai bayi berumur di atas 8 bulan.
Kenalkan makanan baru setiap dua atau tiga hari agar dapat diketahui penyebabnya bila ada reaksi alergi.
Boleh memberikan jus buah yang diencerkan sesekali untuk mengenalkan
rasa, tapi jangan terlalu sering. Terlalu banyak jus buah bisa berbahaya
bagi lambung dan gigi bayi, selain mengurangi selera makan.
Jangan memberikan madu pada bayi di bawah usia satu tahun. Madu dapat
mengandung spora bakteri yang menyebabkan penyakit botulisme, penyakit
langka yang hanya menyerang bayi dan menimbulkan gejala: sulit buang
air, lemah, mudah menangis, kurang ekspresi dan gerakan kepala.
Demikian tipsnya dalam mengenal bagaimana pemberian makanan bayi semoga bermanfaat untuk anda temukan info menarik tentang Makanan Murah
Temukan artikel terkait: Tips Memasak Makanan Untuk Bayi
» Read More...