Susu Formula Vs ASI

"Bagi saya, iklan-iklan susu formula itu menyesatkan. Misalnya mengandung DHA, Omega 3, dan lainnya. Padahal sebetulnya tidak penting jika ibu sudah memberikan ASI kepada bayinya," kata Ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jabar Netty Heryawan usai membuka Simposium Air Susu Ibu Eksklusif Hak Anak Bangsa: Penuhi Hak Anak untuk Mendapat ASI Sejak Dini di Gedung Pusdai Jabar, Jalan Supratman Kota Bandung, Kamis (20/4/2011).

Netty menjelaskan, iklan susu formula telah memborbardir ruang keluarga melalui tayangan televisi. Sementara televisi menjadi media efektif untuk menyampaikan pesan karena menayangkan secara audio visual.

"Saya pastikan jika susu formula itu tidak perlu, selama masih bisa diberikan ASI. Padahal ASI itu praktis, tidak perlu dicuci, direbus, dipanaskan. ASI bisa langsung diberikan kapan saja dan dimana saja," ungkapnya.

Netty menuturkan, memang perlu keterlibatan kebijakan pemerintah pusat, DPR RI, hingga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), agar melakukan intervensi kepada perusahaan susu formula dan pembuat iklan untuk mencantumkan pentingnya pemberian ASI kepada bayi.

Misalnya KPI bisa menilai etis atau tidaknya iklan-iklan susu formula. "ASI itu mengandung zat-zat yang seluruhnya ada dalam susu formula. Bahkan ada yang tidak terkandung di dalam susu formula. Kita bisa secara persuasif mengajak televisinya aktif menggalakkan kampanye ASI," tegasnya. [jul/inilah.com]

Meningkatkan asi adalah hal yang harus bunda – bunda lakukan karena asi sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan buah hati Anda.

0 komentar:

Followers