Riasan Pengantin Muslimah

Kesulitan mencari perias pengantin muslimah saat menikah melecutnya untuk membuka usaha merias pengantin muslimah tradisional. Responnya luar biasa hingga usaha ini berkembang pesat dan mampu bertahan hingga kini.

“Waktu menikah dulu, sulit sekali mencari pakaian pengantin Muslim tradisional. Karena kami sekeluarga berkerudung semua, adik saya juga mengalami kesulitan mencari
pengantin muslimah make up waktu menikah. Periasnya berjanji akan membawa kerudung, ternyata kerudungnya ketinggalan. Makanya, waktu kakak saya menikah, saya urus sendiri semua. Saya juga yang merias. Tak disangka setelah itu banyak pengantin muslimah yang minta saya rias,” ucap Sri Repsa Khanifati [40].


Rias pengantin muslimah
yang didirikan tahun 1996 di rumahnya ternyata berkembang sangat pesat. Hanya tiga bulan setelah berdiri, ibu 7 anak yang akrab dipanggil Anif ini mendirikan sebuah Salon rias pengantin Muslimah di kawasan Pasar Minggu. “Memenuhi permintaan calon pengantin muslimah make up yang membutuhkan perawatan muslimah make up sebelum menikah,” ujar lulusan sebuah akademi tata rias di Yogyakarta ini.

Salonnya pun berkembang pesat seperti pada
make up bandung. Dari hanya satu, berkembang jadi empat cabang. Dua di daerah Pasar Minggu, satu di Lenteng Agung, dan satu di Mampang. Sedangkan di rumah Anif masih menjalankan bisnis rias pengantinnya. Di tahun 2000 ia merasa kewalahan dengan semua usahanya ini. Maklum, saat itu ia sudah memiliki 6 anak laki-laki yang masih kecil-kecil. Sehingga semua salon tersebut ditutup.


Salon
rias muslimah di rumah pun kian tak mampu menampung pakaian pengantin yang bertambah banyak. “Anak-anak juga merasa terganggu privasinya dengan adanya kerja yang dilakukan di rumah. Akhirnya saya pindahkan salon pengantin make up ke daerah Pasar Minggu ini,” kata ibu yang tahun lalu baru dikaruniai satu putri ini. Setelah itu ia membuka lagi salon di daerah Margonda Depok untuk memenuhi kebutuhan pelanggan muslimah make upnya.


Merias
rias muslimah, menurut Anif, berbeda dengan make up pengantin tradisional biasa. Pada pengantin make up Muslim tradisional pakemnya adalah syar’i, sedangkan pengantin tradisional banyak pakem yang harus diikuti. “Make up pengantin muslim juga tidak mengerok alis, mengenakan bulu mata palsu serta memakaikan konde seperti riasan pengantin tradisional biasa,” ucap ibu yang pernah dua kali memenangkan kejuaraan merias make up bandung ini. [esthi]



http://alifmagz.com/



Temukan berbagai informasi lainnya mengenai
Pengantin Muslimah - Rias Pengantin Muslimah - Pengantin Muslimah Make Up - Rias Pengantin - Rias Muslimah - Pengantin Make Up - Muslimah Make Up - Make Up Bandung - Make Up Pengantin hanya di Pengantin Muslimah : Rias Pengantin Muslimah & Pengantin Muslimah Make Up Bandung 88db.com

0 komentar:

Followers